Minggu, 17 April 2011

Cerpen: Alan dan Alya

  Hari ini, Alan dan kembarannya, Alya akan berangkat sekolah bersama-sama.Ya.., walaupun sebenarnya mereka sedang bermusuhan. Penyebabnya? Tentunya hanya masalah sepele yang dibuat menjadi masalah besar. Untung mereka adalah anak kecil, jadi tidak akan terjadi pembunuhan atau penganiayaan (seperti yang di TV!hehehe)
  "Lho, kok, tumben anak-anak Papa yang lucu-lucu ini diam? Bukankah biasanya kalian ribut tidak bisa diam sama sekali?" goda Papa. Alan dan Alya hanya diam dengan wajah yang benar-benar kussssuuuutttt....

  "Alan Maulidya Amira!" seru Pak Andi, guru kelas Alan dan Alya.
  "Y..ya.., Pak..A..ada apa?" tanya Alan dengan terbata-bata, ia telah tahu bahwa nilai ulangannya kecil.
  "Lihat ulangan kamu! Buruk sekali! Ini hanyalah soal yang paling mudah, Alan! Hanya kamu yang mendapat nilai terkecil!" Pak Andi marah-marah.
  "Eumm, bisakah saya mendapat remedi, Pak?" tanya Alan ketakutan.
  "Tidak! Kamu harus menunjukkannya ke orang tuamu dan minta paraf darinya! Kalau tidak kamu lakukan, kamu akan mendapat nilai nol!" kata Pak Andi dengan lantang, Alan menundukkan kepalanya dalam-dalam, ia menangis.
  Alya yang tadinya tertawa kecil, kini iba melihat saudara kembarnya, Alan. Ia telah berniat akan membantu Alan menunjukkan hasil ulangannya kepada Papa dan Mama. Yah, walaupun tadinya berkelahi, mereka pasti akan berbaikan juga. Namanya anak kecil, apalagi dengan saudaranya. Ia pasti akan merasa iba juga..
   Alan..Alan...
   Alya..Alya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar