Sabtu, 16 April 2011

Lilian (Part 1)

  Seorang gadis China berusia 19 tahun kabur dari rumahnya. Ia tak punya tujuan. Ia depresi. Yang ia pikirkan hanyalah bagaimana cara agar ia tak menjadi depresi dan memulai hidup yang lebih baru. Ia tak mau kembali ke rumahnya. Bertemu ibu, ayah, dan kakak-kakaknya.
  Ia benar-benar depresi karena masalah yang dihadapinya. Ia bertengkar dengan kakak-kakak kandungnya serta kakak-kakak iparnya. Penyebabnya hanyalah karena perbedaan pendapat. Namun, kondisi semakin memanas ketika ibu dan ayahnya malah memaki-makinya dan malah membela kakak-kakaknya yang licik, terutama kakak iparnya yang berasal dari Inggris, Prude Rossaline.
 
  Pukul 03.00, Lilian telah bangun. Ia telah mandi dan sarapan. Ia juga telah menata barang-barang kesayangannya serta pakaian-pakaian yang banyak di dalam koper besar.
  Lilian diam-diam meninggalkan rumah tempat di mana ia dilahirkan dan dibesarkan dalam sebuah keluarga yang  arogan dan tak baik. Tak ada gundah dan rasa penyesalan ketika Lilian telah berjalan jauh meninggalkan rumahnya. Malah, ia senang dan bahagia telah terlepas dari kakak-kakaknya yang jahat dan licik serta ibu dan ayahnya yang tak pernah merawatnya dengan baik.

  Lilian telah sampai di sebuah kota. Kota terpencil yang jauh sekali dari rumahnya. Namun, hanya ada satu masalah. Lilian sama sekali tak tahu jalan dan derah tersebut! Mau tak mau, akhirnya, Lilian harus bermalam di sebuah hotel yang tentu saja menguras uangnya. Padahal, uangnya sangat sedikit.
  Akhirnya, ia telah sampai di depan sebuah hotel tua yang sepi. Ia memang agak takut. Tetapi..Ia memutuskan tak akan mau bermalam di sana. Lilian gadis yang pintar. Ia akhirnya memutuskan agar menginap di rumah warga selama beberapa waktu.

  Lilian beruntung. Ia diterima di sebuah rumah warga yang sederhana. Rumah itu ditempati oleh sebuah keluarga yang  baik dan ramah dari sebuah negara tropis.
  Lilian diperlakukan dengan baik di keluarga tersebut. Namun, karena tak ingin menyusahkan, ia segera mencari pekerjaan. Lilian memang gadis cantik serta baik dan cerdas. Ia rupanya tak lupa membawa surat lamaran kerja!

  Seminggu telah terlewati, namun, Lilian belum mendapat pekerjaan. Pada akhirnya, Lilian mau tak mau harus melamar pekerjaan di hotel tua yang pernah ia lewati seminggu lalu......(to be continue)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar