"Mama!!Hiks..hiks.." teriak Nadya sambil menangis.Akhirnya, mama mendatangi Nadya.
"Ada apa anak mama tersayang?Kok, menangis.Mukanya jadi jelek, tuh!" canda mama.
"Mama!Kok, malah bercanda!Nadya tadi dipukuli sama kakak itu!Mama pernah memuji dia karena kebaikannya.Padahal, dia itu jahat sama Nadya!Kak Risa jahat!!!" teriak Nadya lagi, kali ini lebih keras.
"Ssstt...nggak usah nagis lagi, ah!Nadya, kan, sudah besar," nasihat mama.
"huh!Mama jahat sama Nadya!Kalo tahu begini, lebih baik Nadya memilih tinggal sama Ayah saja!Daripada tinggal sama mama, mama jahat!Bukannya memarahi Kak Risa, malah membela Kak Risa!JAHAT JAHAT JAHAT!!!!" teriak Nadya yang ketiga kalinya, ia lalu segera ke kamarnya dan membanting pintu.
"Lho, Nadya!Kok, kamu..," mama tak sanggup melanjutkan kata-katanya.
Esok hari, Nadya memang benar-benar akan tinggal di rumah ayah.Mama sebenarnya tak ingin anak semata wayangnya meninggalkannya.Tetapi, entah kenapa, mama mengizinkan Nadya tinggal di rumah ayah.
Sesampainya di rumah ayah, mama meneteskan air mata.Ia ingin mencium kening Nadya untuk terakhir kalinya.Namun tak bisa, Nadya segera pergi meninggalkan mama.Ia tak mau dicium oleh mama.Nadya berubah total.Mama menyesali apa yang telah ia perbuat kemarin.Anak semata wayangnya yang baru berumur 6 tahun sudah dapat memilih rupanya.Dan ia memilih ayah.Betapa teriris hati mama.Ia juga menyesali mengapa ia memilih bercerai dengan ayah, dan pada akhirnya akan seperti ini.
Di dalam rumah ayah.
"Ayaaaahhhh!!!" seru Nadya girang.
"Lho, Nadya!Mau menginap, ya?Mana mama?" tanya ayah sambil tersenyum.Rupanya, ia sedang menonton televisi.
"Udah, ah, yah!Nggak usah nanya mama lagi!Dan Nadya nggak menginap di sini, tapi, tinggal di sini," kata Nadya.
"Eummm..Boleh, deh, sayang..," terima ayah, walaupun ia masih penasaran mengapa Nadya sifatnya begitu berbeda hari itu.
Di rumah mama.
Mama sedih bukan main.Tak ada lagi canda dan tawa di rumahnya.Tak ada lagi suara ceria dari putrinya.Tak ada lagi tangisan lucu putrinya.Dan tak ada lagi dongeng yang dibacakan mama.
Mama begitu kesepian....Ia terus melihat foto-foto putrinya yang cantik dan lucu.
Esok harinya..
"Nadya, kenapa Nadya mau tinggal di sini?Bukankah lebih baik Nadya tinggal sama mama.Mama bisa kasih perhatian yang lebih terhadap Nadya," kata ayah.Nadya menggeleng pelan sambil memasang wajah cemberut.............................
Tidak ada komentar:
Posting Komentar